Hai... Assalamualaikum Bloger..
Lama ya rasanya tidak nulis coretan kata hati lagi di sini. Hehe
Emm seperti beberapa waktu lalu saya sempat menulis curahtan-curhatan di blogger. Hehe, tapi hari ini aku akan memutuskan untuk menulis sesuatu yang bermanfaat. Kalau curahan hati kayanya ga bermanfaat ya. hehe..
Oke aku kan bercerita mengenai pengalamanku hari ini mengenai beberapa topik yang saya baca pada koran tribun Jateng.
1. Cidera mata dari raja salman untuk beberapa pejabat negara atau istilahnya gratifikasi dan hal ini perlu dilaporkan KPK
2. Wafatnya KH. Hayim Muzadi yang mengoreskan duka bagi Indonesia.
3. Kamus Oxford yang mana ternyata yang membuat 80% adalah orang yang memiliki gangguan jiwa, berbeda kalo di indonesia orang jiwa tidak di manusiakan. eh malah di perlakukan seenaknya sendiri. padahal kan juga manusia seperti kita
4. Skip challange yang mana merupakan permainan yang di sukai oleh banyak pekajar padaahl bahaya sekali lho. bisa menyebabkan kematian.
itu beberapa headline di Tribun hari ini yah, semoga besok bisa mengurai lebih banyak lagi.. :D
see you next time.. :D
roemah jawa #1
Semarang, 17 Maret 2017
Jumat, 17 Maret 2017
Rabu, 21 Desember 2016
Teruslah Berdoa dan Berusaha, Keep Fighting Yah
Sudah tanggal 22 Desember ya, cepat sekali waktu berlalu. Tapi tak apalah yang penting semangat untuk maju, berkembang, dan menuntut ilmu tak surut. Sudah sepantasnya jika seorang hamba itu diuji oleh yang menciptakan dan yang memeiliki sebuah otoritas tinggi di alam semesta ini. Jika kita mampu untuk menerima nikmat, maka kita juga harus mampu untuk menerima ujian dari Nya. Ingat akan semua janjinya itu cukup membuat kita yakin dan tenang akan selalu adanya petunjuk dan pertolonganNya. Ampuni Hamba ya Allah.
Ya, sudah hampir dua minggu pasca pengumuman LPDP bach ke 4 yang menyatakan sy tidak lolos berlalu.
Sempat merasa dunia merasa hancur di beberapa hari setelah pengumuman. Sampai bercerita pada teman tentang hal hal yang nglantur, dan menuntut keadilan.Kata sabar saja yang rata-rata di berkan oleh beberapa teman yang tau
akan kesedihanku, ku rasa tak cukup kala itu. Sakit rasanya, setelah
semua hal yang ku lalui dan berujung di tanggal 9 Desember. Astaghfirullahalazim. Ampuni hamba ya Allah yang kufur nikmat. Kutelfon orang-orang rumah ibu ku, paman dan sodara sodara mengabari
bahwa hasilnya begitu, dan mereka bilang memang belum rejekinya, pasti
ada yang lebih baik untuk dirimu. Saya jadi berfikir apa apa yang
menurut kita baik belum tentu baik ya memang, memang Allah yang lebih
tau.Tetaplah positif thingking mbak khod, orang sudah punya jatah masing-masing, mbak khod itu termasuk iri karena membanding-bandingkan nikmat, ada yang punya jatah seperti saya, mbk khod, mari hatinya di cuci, mana mbak khot yang ku kenal, yang semangat ceria, dan tak mudah menyerah, ayolah. itulah kata dari slah satu temanku. Trimakasih untuknya. Rasanya hatiku sedikit terobati, ku isi lagi semangatku, lebih berpasrah lagi pada Nya.
Seliring perjalan waktu ku dipertemukan dengan orang-orang yang selalu mensuportku untuk memanfaatkan peluang lagi, mbak sari dan adiknya yang sedang menempuh studi s3 nya di sini. Ku akui aku bukanlah apa apa di bandingkan perjuangan mereka untuk terus menuntut ilmu. Ya Allah. Saya harus berusaha maksimal lagi belajar yang lebih giat lagi, berlatih dan berlatih lagi, dan finally pasrah. Semoga engkau memberi kemudahan dan kelancaran untuk Ku ya Allah. Aamiiin...Ya Allah
Semarang 22 Desember 2016
Best Regrad
Siti Khadijah
Jumat, 02 Desember 2016
Seminggu lagi
Ya Robb, rasanya diri ini sungguh pemalas, hari-hari libur yang ku gunakan kurang produktif dan maksimal ini terlihat ketika target yang harus ku peroleh 100% hanya terlaksana 70%. Sudah ngelist jadwal dari yang awal sampai akhir. eh ujung-ujungnya seperti itu. Soal produktif atau tidak ini menjadikanku teringat dengan diskusi dan kegiatan ilmiah di kampus di tahun-tahun lalu. Dan sekarang tidak ada yang bisa ku ajak untuk berdiskusi ilmiah lagi. Serasa sagat rindu sekali dengan kegiatan-kegiatan ilmiah itu. Semoga segera di beri kesempatan untuk belajar lagi. Padahal juga sudah mengajarkan ilmu di setiap harinya. Namun serasa masih kurang saja bercumbu dengan belajar dan ilmu. Masih sangat bodoh soal ilmu, terutama dari segala aspek. Yah memang perlu belajar dan beramal terus.
Seminggu lagi pengumuman Beasiswa Studi lanjutku diumumkan. Semoga lolos, dan bisa memplaning lagi untuk studi kedepannaya. Belajar lagi. Aku sudah sangat kangen dengan suasana kampus yang ilmiah. Meskipun aku bukanlah orang yang sepandai orang yang pandai di lintas angkatanku. Aku hanya mahasiswa biasa yang suka ilmu dan berharap akan keridhaan Illahi. Baik untuk berjalan di dunia maupun mencari pengembangan diri agar bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sekitar. Untuk apa sih hidup kalo tidak ada kemanfaatanya?. Buat apa umurku kalo tidak untuk beljar dan beramal?
Diumurku yang ke-21 tahun ini belum ada pencapain apa-apa baik dari segi apa pun. Huft. Masih banyak mengulangi kesalahan dan lalai dalam memanfaat kan waktu. Kurang maksimal sekali. Berilah petunjuk dan hidayah ya Allah pada Hambamu ini. Menegemen waktu, prioritas, dan hati. Lindungi aku dari kejahatan amal burukku. Aku tak akan pernah merisaukan apa apa soal masa depan atau pun keadaanku. Semua atas izinmu, engkau sang maha pengatur dan sebaik baiknya pengatur. Ku pasrahkan hidup dan matiku pada Mu. Jagalah lisanku, mataku, hatiku, tanganku, kakaiku, telingaku, pikiranku, untuk selalu ada di jalan Mu, jalan yang Lurus.
Jodoh, maut, lahir, sudah engkau tuliskan, hamba hanya akan melakukan usaha yang maksimal dan berusaha berdoa untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Berilah pencerahan ya Robb. Aamiin
Semarang 3 Desember 2016
Kampus 1 Khadijah
Senin, 21 November 2016
Menungggu Pengumuman
Alhamdulilah, akhirnya serangkaian proses seleksi sudah terlalui. Trimakasih kamu yang selalu besaide me. Hehe. Dari pasca munaqosyah sampai saat ini sering dan hampir setiap hari tak lepas contact. Pengalamn dan cerita-ceritaku semoga bermanfaat ketika melakukan tes substansi dan administrasi untuk teman-teman yang berniat studi lanjut. Baik dalam hal persiapan apply sampai proses tes. Semua aku pasrahkan pada yang diatas. Semoga hasilnya Lulus. Dan Semoga Allah selalu membuka pintu-pintu rahmat dan belas kasihnya padaku, yakni pada diri yang penuh dengan dosa dan kehinaan ini. Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku. Atas permohonan dan jerihpayahku. Doa dan ratapanku. Adalah saksi akan kebutuhanku.
Kamu. Grogi tau kalo ketemu sama kamu. aku lebih nyaman untuk bertemu dengan kamu di dalam sosmed. Entah apa yang terjadi dengan diriku. Jika aku bertemu kamu secara nyata pasti jatungku berdegub kencang bertingkah polah aneh dan gugup. Meskipun begitu, Aku akan mencoba untuk menampik semua apa yang aku rasa. Mungkin aku akan menyimpannya sendiri. Aku kan menutupi semua rasaku dengan perasaan dan tanggapan yang biasa saja. Iya aku tak mau merasakan kepahitan yang sama dengan masa laluku yang dulu. Cukup. Cukup untuk menjadi sebuah pembelajaran.
Mungkin orang lain memandng kita lebih dari sekedar teman. Tapi bagiku aku akan mensuggest kalo kita hanya teman. Begitupun degan dirimu kan. Biarlah waktu yang akan menjawab semua ini. Aku sudah nyaman dengan kedekatan yang hanya sebatas ini. Meskipun aku dan kamu sama-sama mengungkapkan hal yang tidak biasa di lakukan untuk seorang teman. yang setiap detik dan jam chattingan. Ah, sudahlah, Biarlah semua nya mengalir saja.
Sampai sekarang kamu adalah orang yang dekat denganku dan mensupport semua keinginanku. cara pikirmu, akhlaq mu yang santun, dan keluasan ilmu mu, yang jauh lebih baik dari pada aku. Aku ingin bisa belajar bayak darimu juga. Kamu membantu semua orang tanpa pandang siapa dia. Good attitude.
Semarang, 21/ 11/16
Masih di tanah rantau
Kamu. Grogi tau kalo ketemu sama kamu. aku lebih nyaman untuk bertemu dengan kamu di dalam sosmed. Entah apa yang terjadi dengan diriku. Jika aku bertemu kamu secara nyata pasti jatungku berdegub kencang bertingkah polah aneh dan gugup. Meskipun begitu, Aku akan mencoba untuk menampik semua apa yang aku rasa. Mungkin aku akan menyimpannya sendiri. Aku kan menutupi semua rasaku dengan perasaan dan tanggapan yang biasa saja. Iya aku tak mau merasakan kepahitan yang sama dengan masa laluku yang dulu. Cukup. Cukup untuk menjadi sebuah pembelajaran.
Mungkin orang lain memandng kita lebih dari sekedar teman. Tapi bagiku aku akan mensuggest kalo kita hanya teman. Begitupun degan dirimu kan. Biarlah waktu yang akan menjawab semua ini. Aku sudah nyaman dengan kedekatan yang hanya sebatas ini. Meskipun aku dan kamu sama-sama mengungkapkan hal yang tidak biasa di lakukan untuk seorang teman. yang setiap detik dan jam chattingan. Ah, sudahlah, Biarlah semua nya mengalir saja.
Sampai sekarang kamu adalah orang yang dekat denganku dan mensupport semua keinginanku. cara pikirmu, akhlaq mu yang santun, dan keluasan ilmu mu, yang jauh lebih baik dari pada aku. Aku ingin bisa belajar bayak darimu juga. Kamu membantu semua orang tanpa pandang siapa dia. Good attitude.
Semarang, 21/ 11/16
Masih di tanah rantau
Jumat, 04 November 2016
Bismillah, Berhasil. Hari- hari Yang Mendebarkan
Alhamdulilah untuk semua yang telah engkau ber dalam kehidupanku ya Robb. Hai, kamu yang selalu ada di sampingku. Trimkasih atas perhatiannya. Kita akan seperti ini, dan hanya seperti ini. :) Sesudah munculnya pengumuman 27 Oktober kemarin harus ku persiapan kembali untuk tahap selanjutnya. Nanti tanggal 16-18 November aku akan menempuh Verifikasi Dokumen, LGD, Essay on the spot, dan wawancara. Sudah meminta doa restu keluarga. Dan orang-orang terdekat. Sekarang proses belajar. Dan aku akan terus berdoa semoga nanti berhasil. Aamiin. Hanya Padamu Ya Allah aku berpasrah.
Mengatur Jadwal ulang karena aku izin panjang. Baik ngelesi anak-anak. ngajar di Sekolah, Maupun Ngajar TPQ. Semoga Semua Pengorbanan, usaha, dan doa ku Membuahkan dan mengetuk belas kasihmu Kepadaku Ya Robb. Engkatu Tunjukan jalan yang terbaik untuk diriku. Tunjukanlah jalan yang terbaik untuk diriku selalu. Sudah terbiasa untuk berjuang sendiri. Dan ini untuk kedua orang tuaku. Cita-citaku. Orang-orang yang membutuhkan.Aku Berjuang untuk kalian.
Perjalanan solo semarang. semarang solo. semaraang jogja. jogja semarang. Alhamdulilah semua lancar dari kemarin. setidaknya itu adalah bekal untuk aku berangkat ke jogja lagi hari selasa lusa. Lokasinya di Gedung Keuangan Negara. Dan syukurlah teman waktu aliyahku ratih masih kuliah di Jogja, Jadi aku bisa nebeng di tempatnya dia untuk beberapa hari besok. Meskipun demikian Aku harus cari uang yang lebih untuk beberapa planing ke depan.Aku yakin tuhan Maha kaya. Jadi gak usah kuatir soal uang.
Percaya pada KekuasaanNya. Dan Tawakal. Bismillah. Lakhaula Wallaquatta Illa Billah... Semoga Berhasil, Aamiin.
Seamrang 5 November 2016.
Best regrad
Siti Khodijah
Mengatur Jadwal ulang karena aku izin panjang. Baik ngelesi anak-anak. ngajar di Sekolah, Maupun Ngajar TPQ. Semoga Semua Pengorbanan, usaha, dan doa ku Membuahkan dan mengetuk belas kasihmu Kepadaku Ya Robb. Engkatu Tunjukan jalan yang terbaik untuk diriku. Tunjukanlah jalan yang terbaik untuk diriku selalu. Sudah terbiasa untuk berjuang sendiri. Dan ini untuk kedua orang tuaku. Cita-citaku. Orang-orang yang membutuhkan.Aku Berjuang untuk kalian.
Perjalanan solo semarang. semarang solo. semaraang jogja. jogja semarang. Alhamdulilah semua lancar dari kemarin. setidaknya itu adalah bekal untuk aku berangkat ke jogja lagi hari selasa lusa. Lokasinya di Gedung Keuangan Negara. Dan syukurlah teman waktu aliyahku ratih masih kuliah di Jogja, Jadi aku bisa nebeng di tempatnya dia untuk beberapa hari besok. Meskipun demikian Aku harus cari uang yang lebih untuk beberapa planing ke depan.Aku yakin tuhan Maha kaya. Jadi gak usah kuatir soal uang.
Percaya pada KekuasaanNya. Dan Tawakal. Bismillah. Lakhaula Wallaquatta Illa Billah... Semoga Berhasil, Aamiin.
Seamrang 5 November 2016.
Best regrad
Siti Khodijah
Jumat, 21 Oktober 2016
Sebuah Pengharapan
Menunggu Pesan darimu. Tak kunjung datang, tak sabar rasanya menanti
datangnya pesan itu. Watsap, bbm, semua on dan masih menunggu pesan
darimu. Sudah sehari tidak memberi kabar. Entah bagaimna keadaanmu
disana. Yang pasti aku sudah tersihir. Tersihir oleh mu dan menjadi
diriku yang beda dari biasanya.
Taukah kau, jika ada
laki-laki yang aku pilih hanyalah dirimu. Namun apakah engkau serius
atau bercanda? Aku tak tau. Karena aku tak pernah tau bagaimna
sebenarnya. Engkau bilang akan mementaskan diri terlebih dahulu sebelum
meminangku bukan? Ah, kita masih sama-sama berjuang. Mari saling
menyemangati. Apapun yang terjadi di belakang biarlah berlalu. Itu hanya
arsip yang perlu di tata hanya pada tempatnya. Tak untuk di ungkit.
Maafkan diriku kalau sering sekali aku cerita yang tidak kamu senangi.
Tapi kamu diam saja, malah mengajakku tertawa. Oh, entahlah kamu kecewa
denganku atau tidak. kecewa atas kecerewetanku.
Hari
hari ini dan hari ke depan serasa masih panjang. Kita punya planning
masing-masing, kita susun bersama planing itu. Soal keadaan dan hasil
itu sesuai atau tidak dengan rencana, bukan lagi kita yang menentukan.
Sang Maha Pencipta the best crator, planning, dan tau mana yang terbaik
untuk kita jalani. :). Itu bukan yang selalu kamu bilang ke aku?
selesaikan semua jawab, persoalan benar atau salah dan hasilnya berapa
itu sudah tidak kita yang mentukan. kita hanya menerima. " Kalau semua
hal berjalan sesuai dengan keinginan kita itu bagus,tapi jika tidak maka
itu lebih bagus, tuhan yang menghendaki demikian" .
Katamu
kita harus kejar mimpi kita dan pertanggungjawabkan mimpi kita. Karena
mimpi membuat kita hidup dan ada. Masih ada harapan-harapan tuk hari
esok. Trimakasih, sudah sering sekali aku repotkan, walaupun untuk
sekedar meminta pertimbangan atau meminta bantuan. Kita masih bisa
saling membantu bukan? Kamu baik. Jadi ku mohon jangan pernah berubah
untuk diriku. Kamu yang selalu mengingatkan untuk sholat jamaah, disaat
ku tak punya siapa-siapa yang mengingatkanku. Kamu yang baik hati ke
semua orang.
Kamu sudah tau bagaimna historis dari
diriku. Aku juga baru belajar historis dirimu. Aku tak tau tuhan akan
mempertemukan kita dan kamu benar-benar kiriman tuhan untukku atau
tidak. Aku tak tau. Yang jelas manusia hanya bisa berrencana dan tuhan
yang menentukan. Semoga kita sama-sama mensuport dalam hal kebaikan dan
selalu berusaha untuk menjadi peribadi yang lebih baik lagi.
Semarang, 22 Oktober 2016
Kamis, 20 Oktober 2016
Syair Pringatan Hari Santri
1. Mari ashar, ngaji Al-Quran
.Alif bak tak aran turutan
budal bareng nang sekolahn
nganggo sarung, ugo kuplukan
2. Madrasahe aran Diniyah
Ngaji shorof lan jumrumiyah
guru-gurune do nganggo kopyah,
sregep khidmah pingin barokah
3. Budal mondok, budal nyantri.
Karo Bapak sowan Kiyai.
Ngliwet dewe iwake teri,
Sing mangan limo ajange siji
4. Ngajine guru arane balah
Lak wes sorogan ra iso silah
Ngaji bandingan tan soyo berkah
Sholat jamaah du istiqomah
5. Apalane nadhom imrithy
Alfiyah yo kudu titi
Nag tirakate yo kudu gati
Pamit moleh nikah mbk siti
6. Wulan muharom hari santri
kitab kuning ngajine santri
sholawatan kegiatane santri
nderek lampahe pro kiayi
Al-Faqir, Arif bin Ahmad
Khodijahtul kubro
Islamic boarding house Walisongo Semarang
21-10-2016
.Alif bak tak aran turutan
budal bareng nang sekolahn
nganggo sarung, ugo kuplukan
2. Madrasahe aran Diniyah
Ngaji shorof lan jumrumiyah
guru-gurune do nganggo kopyah,
sregep khidmah pingin barokah
3. Budal mondok, budal nyantri.
Karo Bapak sowan Kiyai.
Ngliwet dewe iwake teri,
Sing mangan limo ajange siji
4. Ngajine guru arane balah
Lak wes sorogan ra iso silah
Ngaji bandingan tan soyo berkah
Sholat jamaah du istiqomah
5. Apalane nadhom imrithy
Alfiyah yo kudu titi
Nag tirakate yo kudu gati
Pamit moleh nikah mbk siti
6. Wulan muharom hari santri
kitab kuning ngajine santri
sholawatan kegiatane santri
nderek lampahe pro kiayi
Al-Faqir, Arif bin Ahmad
Khodijahtul kubro
Islamic boarding house Walisongo Semarang
21-10-2016
Refleksi Hari Santri 22 Oktober 2016
Melanjutkan Indonesia
Beberapa tahun terakhir, kehendak untuk mengukuhan Hari Santri
secara nasional muncul di mana-mana. Di tingkat akar rumput, dengan
berbagai cara ungkap dan salurannya, ada begitu banyak prakarsa yang
mencerminkan kuatnya kehendak tersebut. Sementara pada tingkat nasional,
wacana “Hari Santri” mengemuka pada banyak pernyataan tokoh, pejabat
publik, forum diskusi, dan peliputan media massa.
Secara khusus, sejumlah Organisasi Masyarakat yang terhimpun dalam
Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) bersama-sama menyepakati
pentingnya pengukuhan hari santri. Dua belas ormas tersebut ialah
Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam
(PERSIS), Al Irsyad Al Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah,
Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DA’I Indonesia
(IKADI), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI),
dan Persatuan Umat Islam (PUI). Beriringan dengan itu, TNI Angkatan Laut
dan Kementerian Agama jua mengadakan persiapan untuk menyongsong
peringatan Hari Santri.
Mengapa Hari santri?
Di sepanjang jalur kesejarahannya, keutuhan Indonesia berkali-kali
diuji. Dalam tiap ujian itu, santri selalu hadir menjaminkan diri untuk
mengawal keutuhan tersebut. Jauh sebelum diproklamasikan, bagi santri,
Indonesia atau nusantara merupakan tanah-air yang wajib dibela. Tidak
sempurna keimanan seseorang, hingga ia mencintai tanah-airnya. Kesadaran
bertanah-air ini hidup melalui jaringan pengetahuan dan gerakan yang
tersebar di seantero pulau dengan masjid, pondok pesantren, dan tarekat
sebagai simpul-simpul utamanya.
Dalam kenyataan, Santri adalah masyarakat Indonesia yang beragama
Islam, bukan sekadar muslim yang kebetulan berada di Indonesia. Dengan
pengertian ini, segala jenis usaha pembenturan santri dengan
kelompok-kelompok lain di negeri ini sudah pasti mentah. Kecintaan
terhadap tanah air selalu mengatasi sentimen kelompok.
Membela tanah-air berarti membela agama. Hal ini merupakan sesuatu
yang secara spiritual diyakini, secara gagasan dipikirkan, dan secara
empiris dikerjakan. Kenyataan yang demikian ini terus-menerus meluas
dalam ruang dan memanjang dalam waktu. Meluas dalam ruang sebab
kesadaran bertanah air diungkapkan di banyak tempat dengan ekspresi yang
sangat beragam. Memanjang dalam waktu sebab terdapat mata-rantai
pengetahuan dan tradisi yang terus-menerus bersambung.
Hari santri perlu dikukuhkan dan diperingati sekurang-kurangnya
karena dua alasan. Pertama, sebagai penghormatan atas jasa pahlawan.
Pengakuan semacam ini penting bagi generasi sekarang agar tak tercerabut
dari kampung halaman sejarahnya. Kedua, sebagai pembangkit patriotisme.
Ini relevan sebab sejumlah gagasan yang belakangan bermunculan di
Indonesia tidak banyak yang sungguh-sungguh memiliki komitmen
keindonesiaan.
Mengapa 22 Oktober?
Hari Santri bukan sebatas hari orang Islam. Hari Santri ialah hari
Orang Indonesia yang beragama Islam. Karenanya, hari santri bukan
sejenis hari raya yang bisa diperingati secara universal di seluruh
dunia. Sudah semestinya momen yang dipilih merepresentasikan substansi
kesantrian, yakni spiritualitas dan patriotisme. Dalam konteks global,
substansi ini merupakan anugerah yang belum tentu dimiliki umat Islam di
belahan bumi lain.
Dari sejumlah aspirasi yang berkembang selama ini, tanggal 22 Oktober
1945 merupakan pilihan yang paling mewakili substansi tersebut. Inilah
tanggal ketika Mahaguru Kyai Hasyim Asy’ari mengumumkan fatwanya yang
masyhur disebut sebagai Resolusi Jihad.
Resolusi jihad lahir melalui musyawarah ratusan kyai-kyai dari
berbagai daerah di Indonesia untuk merespon agresi Belanda yang kedua.
Resolusi jihad memuat seruan-seruan penting yang memungkinkan Indonesia
tetap bertahan dan berdaulat sebagai negara dan bangsa. Fatwa ini
menyerukan bahwa setiap muslim wajib memerangi orang kafir yang
merintangi kemerdekaan Indonesia, pejuang yang mati dalam medan perang
kemerdekaan disebut syuhada, dan warga negara Indonesia yang memihak
penjajah dianggap sebagai pemecah belah persatuan dan harus dihukum
mati.
Dalam situasi kritis dan darurat, mempertahankan kemerdekaan
tanah-air bernilai fardlu ‘ain (wajib secara perseorangan) dan
kehilangan nyawa akibat daripadanya merupakan syahid. Berbeda dengan
pihak-pihak yang menggunakan doktrin jihad sebagai dasar aksi teror,
jihad dalam keyakinan santri menyatu dengan kesadaran bertanah-air.
Tanah air, bagi santri, adalah urusan hidup-mati. Kutipan berikut
menunjukkan bagaimana spiritualitas dan patriotisme hadir dalam rumusan
yang padu dan menggugah:
“Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang
haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean,
anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak
lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi
orang-orang jang berada di loear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itu
djadi fardloe kifajah (jang tjoekoep, kalaoe dikerdjakan sebagian
sadja)…”
Fatwa ini selama berpuluh-puluh tahun kemudian tetap segar dan hidup
dalam ingatan kolektif banyak orang di berbagai penjuru Indonesia. Ini
bukan sesuatu yang mengherankan. Sebab, dilihat sebagai kurva peristiwa,
Resolusi Jihad memang mengakar pada mata rantai perjuangan yang panjang
dan menggerakkan begitu banyak kekuatan rakyat. Penelitian sejarah atas
peristiwa ini memperlihatkan bahwa, dari segi substansi dan jaringan
gerakan, Resolusi Jihad bisa ditarik jauh hingga masa Perang Jawa seabad
sebelumnya. Pada kronika berikutnya, Resolusi Jihad menjadi preseden
yang memungkinkan rentetan peristiwa monumental lain. 10 November yang
diperingati sebagai Hari Pahlawan merupakan akibat lanjutan peristiwa 22
Oktober. Dalam takaran akal sehat, bahkan sulit membayangkan proklamasi
17 Agustus 1945 bisa diselenggarakan andai tidak didahului Resolusi
Jihad.
Hari Santri adalah penanda dengan spirtualitas dan patriotism sebagai
acuan maknanya. Maka, mengukuhkan 22 Oktober sebagai Hari Santri ialah
usaha menyambung sejarah, ialah ikhtiar melanjutkan Indonesia
Alasan Hari Santri Menurut Gus Rozien
Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI
NU) KH Abdul Ghoffar Rozien menyerukan agar Presiden Joko Widodo
menepati janjinya dalam kampanye. Jika Presiden pernah mengusulkan 1
Muharam, RMI berpendapat 22 Oktober lebih tepat karena alasan historis.
<>
“Ribuan pesantren dan jutaan santri sudah menunggu keputusan Presiden terkait dengan Hari Santri Nasional. Kebijakan itu, menguatkan marwah negara,” ungkap Rozien
Ia mengatakan, langkah presiden Jokowi sudah tepat untuk memberikan penghormatan kepada santri, karena jasa-jasa pesantren di masa lalu yang luar biasa untuk memperjuangkan kemerdekaan serta mengawal kokohnya NKRI,” terang Gus Rozien.
Menurut Gus Rozien, latar belakang pentingnya Hari Santri Nasional adalah untuk menghormati sejarah perjuangan bangsa ini. “Hari Santri Nasional tidak sekadar memberi dukungan terhadap kelompok santri. Justru, inilah penghormatan negara terhadap sejarahnya sendiri. Ini sesuai dengan ajaran Bung Karno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, Jas Merah!” tegasnya.
Tiga Alasan Dasar
Gus Rozien menambahkan, ada tiga argumentasi utama yang menjadikan Hari Santri Nasional sebagai sesuatu yang strategis bagi negara. “Pertama, Hari Santri Nasional pada 22 Oktober, menjadi ingatan sejarah tentang Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari. Ini peristiwa penting yang menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya pada 10 November 1945,” ungkap Gus Rozien.
Kedua, lanjutnya, jaringan santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan. Perjuangan para kiai jelas menjadi catatan sejarah yang strategis, bahkan sejak kesepakatan tentang darul islam (daerah Islam) pada pertemuan para kiai di Banjarmasin, 1936.
“Sepuluh tahun berdirinya NU dan sembilan tahun sebelum kemerdekaan, kiai-santri sudah sadar pentingnya konsep negara yang memberi ruang bagi berbagai macam kelompok agar dapat hidup bersama. Ini konsep yang luar biasa,” tegas Gus Rozien.
Rumusan ketiga, ungkap Gus Rozien, yakni kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Para kiai dan santri selaluh berada di garda depan untuk mengawal NKRI, memperjuangan Pancasila. Pada Muktamar NU di Situbondo, 1984, jelas sekali tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa NKRI sebagai bentuk final, harga mati yang tidak bisa dikompromikan,” jelas Gus Rozien.
Dengan demikian, Gus Rozien menambahkan, Hari Santri bukan lagi sebagai usulan ataupun permintaan dari kelompok pesantren. “Ini wujud dari hak negara dan pemimpin bangsa, memberikan penghormatan kepada sejarah pesantren, sejarah perjuangan para kiai dan santri. Kontribusi pesantren kepada negara ini, sudah tidak terhitung lagi,” tegas Rozien.
Sementara, adanya kritik terhadap rencana penetapan Hari Santri Nasional, menurut Gus Rozien merupakan hal yang wajar. “Itu merupakan hak bagi setiap individu maupun kelompok untuk memberikan kritik. Kami merespon dengan baik dan santun. Akan tetapi, jelas argumentasi epistemiknya lemah jika menggunakan teori Gertz, yang sudah dikritik sendiri oleh kolega-koleganya, semisal Talal Asad, Andrew Beatty, Mark R Woodward, dan beberapa peneliti lain. Selain itu, kelompok abangan juga sudah banyak yang melebur menjadi santri,” terang Rozien.
<>
“Ribuan pesantren dan jutaan santri sudah menunggu keputusan Presiden terkait dengan Hari Santri Nasional. Kebijakan itu, menguatkan marwah negara,” ungkap Rozien
Ia mengatakan, langkah presiden Jokowi sudah tepat untuk memberikan penghormatan kepada santri, karena jasa-jasa pesantren di masa lalu yang luar biasa untuk memperjuangkan kemerdekaan serta mengawal kokohnya NKRI,” terang Gus Rozien.
Menurut Gus Rozien, latar belakang pentingnya Hari Santri Nasional adalah untuk menghormati sejarah perjuangan bangsa ini. “Hari Santri Nasional tidak sekadar memberi dukungan terhadap kelompok santri. Justru, inilah penghormatan negara terhadap sejarahnya sendiri. Ini sesuai dengan ajaran Bung Karno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, Jas Merah!” tegasnya.
Tiga Alasan Dasar
Gus Rozien menambahkan, ada tiga argumentasi utama yang menjadikan Hari Santri Nasional sebagai sesuatu yang strategis bagi negara. “Pertama, Hari Santri Nasional pada 22 Oktober, menjadi ingatan sejarah tentang Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari. Ini peristiwa penting yang menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya pada 10 November 1945,” ungkap Gus Rozien.
Kedua, lanjutnya, jaringan santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan. Perjuangan para kiai jelas menjadi catatan sejarah yang strategis, bahkan sejak kesepakatan tentang darul islam (daerah Islam) pada pertemuan para kiai di Banjarmasin, 1936.
“Sepuluh tahun berdirinya NU dan sembilan tahun sebelum kemerdekaan, kiai-santri sudah sadar pentingnya konsep negara yang memberi ruang bagi berbagai macam kelompok agar dapat hidup bersama. Ini konsep yang luar biasa,” tegas Gus Rozien.
Rumusan ketiga, ungkap Gus Rozien, yakni kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Para kiai dan santri selaluh berada di garda depan untuk mengawal NKRI, memperjuangan Pancasila. Pada Muktamar NU di Situbondo, 1984, jelas sekali tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa NKRI sebagai bentuk final, harga mati yang tidak bisa dikompromikan,” jelas Gus Rozien.
Dengan demikian, Gus Rozien menambahkan, Hari Santri bukan lagi sebagai usulan ataupun permintaan dari kelompok pesantren. “Ini wujud dari hak negara dan pemimpin bangsa, memberikan penghormatan kepada sejarah pesantren, sejarah perjuangan para kiai dan santri. Kontribusi pesantren kepada negara ini, sudah tidak terhitung lagi,” tegas Rozien.
Sementara, adanya kritik terhadap rencana penetapan Hari Santri Nasional, menurut Gus Rozien merupakan hal yang wajar. “Itu merupakan hak bagi setiap individu maupun kelompok untuk memberikan kritik. Kami merespon dengan baik dan santun. Akan tetapi, jelas argumentasi epistemiknya lemah jika menggunakan teori Gertz, yang sudah dikritik sendiri oleh kolega-koleganya, semisal Talal Asad, Andrew Beatty, Mark R Woodward, dan beberapa peneliti lain. Selain itu, kelompok abangan juga sudah banyak yang melebur menjadi santri,” terang Rozien.
SUMBER: www.nu.or.id , www.harisantri.id
Jika Kebanyakan teman-teman di facebook, bbm, mempringati hari santri dengan cara membuat profil picture yang disampingnya ada embel-embel Resolusi Jihad Hari santri 22 Oktober dan di sampingnya di berifoto pribadi. Sya lebih suka mempringatinya dengan menuliskan di blog ini Refleksi dari hari santri itu sendiri. Menurut saya Hari santri ini memang memiliki historis dan tujuan yang baik. Agar kita selalu ingat bahwa Islam mengajarkan kita untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Tidak hanya mengurusi ihwal syariah saja naum juga Hubbul Wathon (Cinta Tanah Air). Dua Kalimat untuk islam yaitu Universal dan Rahmatan Lil alamin. Dari ngendikanipun KH. Hasyim Asyari yang sebagaimana sudah di jelaskan diatas. Beliau merupakan pencetus dari Resolusi Jihad yang sampai sekarang Jasanya Selalu di kenang dan di lanjutkan oleh santri dan penerus-penerus bangsa untuk menjaga keutuhan dan perdamain di Tanah Air Tercinta. Sampai sampai IJtihad Hukum dari Cinta Tanah air ini adalah Fardhu Kifayah.
Di Semarang, akan diadakan Kirab Hari Santri di simpanglima. Yang mana pesertanya adalah semua pondok pesantren yang ada di Semarang. Selain itu ada prosesi pagelaran rabana dan penghargaan bagi santri yang berprestasi.
Kesimupulannya adalah Saya Cinta Indonesia. Saya Cinta Tanah Air. Saya banggga menjadi Santri. :)
Untuk santri, tetaplah selalu berijtihad dan jagalah perdamaian dan keutuhan negara kita. Berkontribusilah dalam setiap lini kehidupan baik sosial, politik, ekonomi, pendidikan. Berbuatlah semampumu untuk bisa ikut serta dalam membangun Peradaban Indonesia yang lebih baik. Mari singkirkan pemikiran-pemikiran dan prilaku yang membuat kita lupa akan tanggungjawab. Sadiri, Kita diciptakan dengan potensi, kemmpuan dan keadaan yang berbeda. Namun jangan sampai hal itu membuat kita kecil dan kerdil. Ambilah pelajaran dan cari sisi positifnya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi. Belajar, Belajar, dan Terus Belajar.
Selamat Mempringati Hari santri Nasional :D
Semarang, 21 Oktober 2016
Rabu, 19 Oktober 2016
CERITA DIRIKU
Assalamualaikum...
Assalamualaikum teman, Inilah masa dimana Bebas tanpa tugas, bebas berekspresi, bebas kesan kemari, dan bebas berkreasi. hihi. Trimakasih Kluarga besar BMC 2012. Dengan kalian aku punya cerita. Banyak sekali cerita dan kenangan itu sampai tak muat kali ya kalo di tulis semua. hehe. Bercanda deh.
Babak baru
Trimakasih kamu, yang menyihir hatiku, trimakasih untuk kesediaannya menemaniku untuk berjuang. Semoga kamu tidak lelah mendengarkan aku yang cerewet ini. he, peace. Ada orangnya yang baca, ntar marah dia. Hai, boleh kah kutahu mengapa kamu mau menemaniku. Aku banyak kekurangan, ini dan itu. Ah, sudahlah kamu tak mau mendengarnya bukan? cinta itu memang buta. sebuta malam di tengah hari.
Chattingan sampai jam dua malam. Ngapain coba itu? hanya bahas keadaan yang aneh. Namun apakah aku sudah yakin dengan semua itu? entahlah biarkan waktu yang akan menjawab. Kamu mungkin terlalu sempurna untukku. Ah, sudahlah biarkan semua mengalir seperti air mengalir. Semua yang terjadi sudah di takdirkan. Jadi Tak akan ku takuti ganasnya Hidup ini. Kan ku lawan dengan keganasan pula. haaa. Kadang melihatmu bertingkah lucu itu aneh bagiku. Tapi apa daya diri ini.
Ku ikuti skeario Tuhan saja
Semarang, 12 September 2016
Assalamualaikum teman, Inilah masa dimana Bebas tanpa tugas, bebas berekspresi, bebas kesan kemari, dan bebas berkreasi. hihi. Trimakasih Kluarga besar BMC 2012. Dengan kalian aku punya cerita. Banyak sekali cerita dan kenangan itu sampai tak muat kali ya kalo di tulis semua. hehe. Bercanda deh.
Babak baru
Trimakasih kamu, yang menyihir hatiku, trimakasih untuk kesediaannya menemaniku untuk berjuang. Semoga kamu tidak lelah mendengarkan aku yang cerewet ini. he, peace. Ada orangnya yang baca, ntar marah dia. Hai, boleh kah kutahu mengapa kamu mau menemaniku. Aku banyak kekurangan, ini dan itu. Ah, sudahlah kamu tak mau mendengarnya bukan? cinta itu memang buta. sebuta malam di tengah hari.
Chattingan sampai jam dua malam. Ngapain coba itu? hanya bahas keadaan yang aneh. Namun apakah aku sudah yakin dengan semua itu? entahlah biarkan waktu yang akan menjawab. Kamu mungkin terlalu sempurna untukku. Ah, sudahlah biarkan semua mengalir seperti air mengalir. Semua yang terjadi sudah di takdirkan. Jadi Tak akan ku takuti ganasnya Hidup ini. Kan ku lawan dengan keganasan pula. haaa. Kadang melihatmu bertingkah lucu itu aneh bagiku. Tapi apa daya diri ini.
Ku ikuti skeario Tuhan saja
Semarang, 12 September 2016
Belajar Tausiyah
Foto disamping ini merupakan foto teralim menurutku. Hahaha. Iya mengapa aku katakan teralim. Saya baru memberi tausiyah pada Ibu-Ibu di Desa Pangkalan, Margoyoso Pati. Grogi banget rasanya, soalnya belum pernah ngasih tausiah begitu. Dulu waktu zaman MA pernah tapi kan di depan kelas. Beda dengan yang kaya itu. Bener bener kaya bu Nyai. Iya guruku memang luar biasa. Sudah membekali sedini Mungkin.
Maklum kala itu Yang jurusannya dakwah tidak ada yang mau dan maju kedepan sehingga ya mau nggga mau sih. Aku mengiyakan saran teman-teman, meskipun ada masalah yang sedang terjadi.
Dan Akhirnya akupun mampu untuk membawakannya. Hehe. Itu pembukaannya diajari pak Lurah pake bahasa jawa Alus. Isinya aku belajar sendiri. Tapi yang ku tampilkan kurang maksimal.
Kala itu waktu Kuliyah Kerja Nyata. Maklum di Desa ini ada dua orang punden atau bisa disebut dengan "orang sakti kala dulu yang menjadi penjaga Desa ini" Kata ketua RT 02 Di desa Pangkalan.
Padahal Pada saat itu kami baru berada dua hari di desa itu tapi sudah banyak agenda yang menunggu. Dari Kumpulan Ibu-Ibu PKK. Kumpulan Prangkat Desa. Dan mengikuti kegiatan kegamaan rutin di sana setiap harinya.
Maklum kampus kami adalah kampus UIN yang mna berwawasan islam sehingga kami juga harus menonjolkan keagamisan dari UIN itu sendiri. KKN Kami bertemakan POSDAYA BERBASIS MASJID. Dalam tema itu dihimbau Mahasiswa mampu untuk mengembalikan fitrah masjid sebagai sentral dari kegiatan-kegiatan masyarakat. Tidak hanya dalam bidang agama namun juga bidang bidang yang lain seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik. Realitanya memang sekarang masjid hanya cenderung digunakan untuk kegiatan keagamaan saja. Dan terkadang juga pendidikan.
Kala itu kami di Tugaskan di Desa ini untuk mengabdikan diri pada Masyarakat Desa ini. Akupun tak kalah semangat untuk ikut serta dalam semua kegiatan yang kami akan planningkan.
Posko kami terbilang posko yang sangat aktif. Pasalnya jika posko posko lain ada waktu untuk jalan-jalan dang hang out lebih lama. Posko Kami Berbeda. Sabtu Minggu saja ada kegiatan tambahan. Jadi kami tak sempat hang out terus kalo weeked.
Disamping keaktifan itu, Posko kami adalah posko yang paling Hebat menurutku. Posko yang sangat care antara satu dengan yang lain. Naitanku sebelum berangkat KKN adalah menimba ilmu dan belajar. Dan ALhamdulilah banyak sekali pelajaran yang aku dapat di sana. Alhamdulilah.
Hihi, maaf ya tulisannya tidak sistematis. Maklum sedang semangat menuliskan semuanya.
Pati, 29 Mei 2016
Maklum kala itu Yang jurusannya dakwah tidak ada yang mau dan maju kedepan sehingga ya mau nggga mau sih. Aku mengiyakan saran teman-teman, meskipun ada masalah yang sedang terjadi.
Dan Akhirnya akupun mampu untuk membawakannya. Hehe. Itu pembukaannya diajari pak Lurah pake bahasa jawa Alus. Isinya aku belajar sendiri. Tapi yang ku tampilkan kurang maksimal.
Kala itu waktu Kuliyah Kerja Nyata. Maklum di Desa ini ada dua orang punden atau bisa disebut dengan "orang sakti kala dulu yang menjadi penjaga Desa ini" Kata ketua RT 02 Di desa Pangkalan.
Padahal Pada saat itu kami baru berada dua hari di desa itu tapi sudah banyak agenda yang menunggu. Dari Kumpulan Ibu-Ibu PKK. Kumpulan Prangkat Desa. Dan mengikuti kegiatan kegamaan rutin di sana setiap harinya.
Maklum kampus kami adalah kampus UIN yang mna berwawasan islam sehingga kami juga harus menonjolkan keagamisan dari UIN itu sendiri. KKN Kami bertemakan POSDAYA BERBASIS MASJID. Dalam tema itu dihimbau Mahasiswa mampu untuk mengembalikan fitrah masjid sebagai sentral dari kegiatan-kegiatan masyarakat. Tidak hanya dalam bidang agama namun juga bidang bidang yang lain seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik. Realitanya memang sekarang masjid hanya cenderung digunakan untuk kegiatan keagamaan saja. Dan terkadang juga pendidikan.
Kala itu kami di Tugaskan di Desa ini untuk mengabdikan diri pada Masyarakat Desa ini. Akupun tak kalah semangat untuk ikut serta dalam semua kegiatan yang kami akan planningkan.
Posko kami terbilang posko yang sangat aktif. Pasalnya jika posko posko lain ada waktu untuk jalan-jalan dang hang out lebih lama. Posko Kami Berbeda. Sabtu Minggu saja ada kegiatan tambahan. Jadi kami tak sempat hang out terus kalo weeked.
Disamping keaktifan itu, Posko kami adalah posko yang paling Hebat menurutku. Posko yang sangat care antara satu dengan yang lain. Naitanku sebelum berangkat KKN adalah menimba ilmu dan belajar. Dan ALhamdulilah banyak sekali pelajaran yang aku dapat di sana. Alhamdulilah.
Hihi, maaf ya tulisannya tidak sistematis. Maklum sedang semangat menuliskan semuanya.
Pati, 29 Mei 2016
Radikalisme (Sejarah Peradaban Islam)
I.
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan sebuah negara yang
berideologi pancasila. `Dengan jumlah penduduknya mencapai 237 juta jiwa pada
tahun 2010. Indoneia adalah negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia,
meskipun secara resmi Indonesia bukanlah negara Islam.
Mayoritas muslim di Indonesia adalah Islam Moderat, yang
memandang Islam dan demokrasi tidak bertentangan sehingga mereka menerima
demokrasi dan mendukung sistem negara yang berlaku di Indonesia. Sedangkan
sebagian muslim lainnya, misalnya FPI, HTI, MMI, JAT, dan lainnya. Mereka
berpendapat bahwa pembentukan khilafah dan penerapan syariah secara langsung
sebagai konstitusi di Indonesia.
Maka dalam makalah ini, akan dibahas mengenai gerakan
radikal di Indonesia. Dengan tujuan untuk meminimalis pengkaderan
organisasi-organisasi yang bersifat radikal.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa pengertian dari gerakan radikal ?
B.
Bagaimana gerakan radikal di Indonesia ?
C.
Apa perbedaan gerakan radikal islam dengan gerakan islam terdahulu
?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Gerakan Radikal
Radikal
secara kebahasaan (lughawi) berarti “akar”, atau “sesuatu yang
mendasar”. Secara istilah, radikalisme adalah paham atau aliran yang
radikal dalam tatanan politik; paham atau aliran yang menginginkan perubahan
atau pembaharuan sosial atau politik dengan
cara kekerasan atau drastis; atau sikap ekstrem dalam aliran politik.[1]
Pada dasarnya istilah radikalisme
atau kelompok garis keras bukanlah merupakan konsep yang asing. Secara universal
ada tiga kecenderungan yang menjadi indikasi radikalisme:
1. Radikalisme merupakan respons
terhadap kondisi yang sedang berlangsung, biasanya respons tersebut muncul
dalam bentuk evaluasi, penolakan atau bahkan perlawanan.
2. Radikalisme tidak berhenti pada
upaya penolakan, melainkan terus berupaya mengganti tatanan yang ada dengan
bentuk tatanan lain. Ciri ini menunjukkan bahwa didalam radikalisme
terkandung suatu program atau pandangan
dunia tersendiri untuk mewujudkan social change.
3. Kuatnya keyakinan kaum
radikalis akan kebenaran program atau ideologi yang mereka
bawa.
Mantan presiden
Amerika Serikat, Richard Nipon menyebutkan lima ciri kaum fundamentalis
(radikal) Islam :[2]
1. Mereka yang digerakkan oleh kebencian yang
besar kepada kaum barat.
2. Mereka yang bersikeras untuk mengembangkan
peradilan Islam yang lalu.
3. Mereka yang bertujuan untuk mengaplikasikan
syariah Islam.
4. Mereka yang mempropagandakan bahwa Islam
adalah agama dan negara.
5. Mereka menjadikan masa lalu sebagai penuntun
bagi masa depan.
B.
Gerakan radikal di Indonesia
Indonesia
adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, jadi mereka ingin
menjadikan negara Indonesia bersyari’at Islam. Lengsernya Soeharto pada tahun
1998 tambah membukakan pintu bagi lahirnya organisasi dan perkumpulan politik
pasca berakhirnya kekuasaan Orde Baru. Perubahan-perubahan politik yang
mengiringi laju gelombang demokrasi dapat dilihat melalui beberapa hal, antara
lain terciptanya ruang kebebasan pers, aksi dan gerakan protes sosial yang
semakin leluasa.
Berlangsungnya
pemilihan umum tahun 1999 secara lebih demokratis mengakibatkan berdirinya
organisasi dengan corak ideologis dan kenyakinan yang beraneka ragam. Termasuk
lahirnya organisasi Islam yang menyuarakan ideologi sangat radikal.
Dengan
bergulirnya demokrasi yang ada di Indonesia ini memudahkan
organisasi-organisasi Islam untuk mengekpresikan dengan sangat terbuka ide-ide
dan cita-cita perjuangannya. Beberapa organisasi Islam fenomenal, yang karena
aktivitasnya kemudian dianggap radikal. Organisasi-organisasi ini tumbuh dan
berkembang ditengah masyarakat, dan memunculkan banyak persoalan krusial
terkait dengan nilai-nilai demokrasi.
Di
Indonesia terdapat dua kelompok Islam yaitu Islam garis keras, dan Islam
moderat. Keduanya dapat diklasifikasikan dengan definisi dasar, yaitu:[3]
1.
Islam moderat; diklasifikasikan sebagai individu dan
organisasi.
a.
Sebagai individu
Individu
moderat adalah individu yang menerima dan menghargai pandangan dan keyakinan
yang berbeda sebagai fitrah; tidak mau memaksakan kebenaran yang diyakininya
kepada orang lain, baik secara langsung atau pemerintahan; menolak cara-cara
kekerasan atas nama agama dalam bentuk apapun; menolak berbagai bentuk
pelarangan untuk menganut pandangan dan keyakinan yang berbeda sebagai bentuk
kebebasan beragama yang dijamin oleh Konstitusi Negara; menerima Dasar Negara
Pancasila sebagai landasan hidup bersama dan bentuk Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus final (kesepakatan akhir) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang
melindungi perbedaan dan keragamaan yang ada di tanah air.
b.
Sebagai organisasi
Organisasi
moderat adalah kelompok yang memiliki karakteristik seperti yang tercermin
dalam karakteristik individu moderat, ditambah visi dan misi organisasi yang
menerima Dasar Negara Pancasila sebagai landasan hidup bersama bangsa Indonesia
dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus final
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.
Islam garis keras; diklasifikasikan sebagai individu
dan organisasi.
a.
Sebagai individu
Individu garis
keras adalah orang yang menganut pemutlakan atau absolutisme pemahaman agama;
bersikap tidak toleran terhadap pandangan dan keyakinan yang berbeda;
berperilaku atau menyetujui berperilaku dan/atau mendorong orang lain atau
pemerintah berperilaku memaksakan pandangannya sendiri kepada orang lain;
memusuhi dan membenci orang lain karena berbeda pandangan; mendukung pelarangan
oleh pemerintah dan/atau pihak lain atas keberadaan pemahaman dan keyakinan
agama yang berbeda; membenarkan kekerasan terhadap orang lain yang berbeda
pemahaman dan keyakinan tersebut; menolak Dasar Pancasila sebagai landasan
hidup bersama bangsa. Indonesia; dan/atau
menginginkan adanya Dasar Negara Islam, bentuk Negara Islam atau pun Khilafah
Islamiyah.
b.
Sebagai organisasi
Organisasi
garis keras adalah kelompok yang merupakan himpunan individu-individu dengan
karakteristik yang disebutkan diatas, ditambah visi dan misi organisasi yang
menunjukkan orientasi tidak toleran terhadap perbedaan, baik semua karakter ini
ditunjukkan secara terbuka atau tersembunyi.
Dapat disebut
beberapa organisasi Islam berhaluan radikal kemudian cukup memberikan pengaruh
luas dalam kepolitikan di era transisi demokrasi, antara lain Front Pembela
Islam (FPI), Laskar Jihad (LJ) Ahlussunnah wal Jamaah, Majelis Mujahid
Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Gerakan Negara Islam Indonesia
(NII).[4]
Berikut ini beberapa gerakan radikal di
Indonesia :
1. Front Pembela Islam (FPI)
Kelahiran FPI
secara resmi dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al
Umm, Cempaka Putih, Ciputat. Dasar berdirinya FPI menurut Habieb Rizieq
dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap semakin maraknya tindak kemaksiatan
dan ponografi.[5]
FPI dideklarasikan dan dipimpin oleh Habieb Muhammad Rizieq Shihab. FPI
bermarkas di permukiman keluarga Habieb Rizieq (Petamburan, Tanah Abang,
Jakarta Pusat). Pada tahun 2005, FPI berdiri di 26 provinsi di Indonesia.
Sesuai latar
belakang terbentuknya FPI, mulanya organisasi tersebut bukanlah sebuah organisasi
politik. Salah satu pernyataan yang tertulis dalam Anggaran Dasar FPI adalah
“menegakan amar ma’ruf nahi mungkar dalam segala aspek kehidupan”. Aktifitas
yang dilakukan FPI misalnya, melakukan penyisiran dan perusakan lokasi-lokasi
maksiat. Namun, seiringnya waktu FPI berkembang dengan mengkritisi berbagai
persoalan politik.
Aktifitas FPI
yang mengkampanyekan gerakan antikemaksiatan tersebut menimbulkan penilaian
negatif pada masyarakat. Terdapat isu yang menempa FPI yaitu menyatakan bahwa
FPI merupakan alat yang digunakan bandar judi dan pengusaha pemilik hiburan
yang saling bersaing.
2. Laskar Jihad Ahlussunnah wal Jamaah
Laskar jihad
merupakan bagian dari gerakan salafy. Gerakan salafy berasal dari gerakan
Wahabiah yang bersumber dari seorang ulama pembaharu, yaitu Muhammad bin Abdul
Wahab. Ide dan gerakan yang dilakukan dalam rangka pemurnian tauhid dari segala
macam syirik dan bid’ah.[6]
Aktifitas laskar jihad itu misalnya, menghancurkan tempat-tempat, makam-makam
yang dianggap keramat oleh sebagian umat Islam.
Ajaran salafy
masuk Indonesia melalui mahasiswa Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan
Kuwait. Dua negara tersebut merupakan sumber utama pendanaan untuk aktivitas
laskar jihad. Kelompok salafy di Indonesia melakukan aktivitasnya melalui
pendidikan pesantren. Beberapa pesantren salafy telah menyebar di Jawa,
Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
3. Majelis Mujahidin Indnesia (MMI)
MMI
dideklarasikan melalui konkres yang diadakan tanggal 5-7 Agustus di Jogyakarta.
Sikap politiknya yang keras berkaitan dengan soal syariat Islam dan Negara
Islam. Semangat dasar yang mellatari diadakannya kongres MMI diilhami sebuah
semangat untuk mewujudkan syariah Illahi dan dilatari oleh kesadaran akan
pentingnya menyelaraskan langkah perjuangan untuk menuntaskan persoalan kritis
dan krusial keutamaan maupun kemanusiaan, yaitu tegaknya syariah Islam.[7]
4. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Pada
pertengahan tahun 1980-an, Abdurrahman al Baghdadi di undang oleh pesantren
al-Ghazali di Bogor. Mulai itulah ia memperkenal hizbut tahrir kepada
santri-santri dan tokoh Islam, sehingga terjalin komunikasi secara intensif.
Aktivitas HTI lebih banyak berpusat di kampus-kampus dan dilakukan secara
sembunyi-sembunyi. Gerakan HTI dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena
keberadaan hizbut tahrir dilarang dibeberapa negara Arab (Jordania, Syiria,
Mesir, dll). Beberapa tokoh hizbut tahrir itu telah menjadi buronan pemerintah
negara-negara tersebut. Hizbut tahrir menekan pada pembentukan khilafah
islamiyah. Mereka menganggap khilafah islamiyah merupakan solusi
untuk semua permasalahan. Aktivitas diskusi mereka bertema “Selamatkan
Indonesia dengan Syariah”. Penyebarannya dilakukan dengan mengumpulkan massa
besar-besaran di suatu tempat, biasanya diisi hal-hal yang berkaitan dengan
kehancuran dalam segala kehidupan dan pembentukan khilafah islamiyah
untuk sebuah solusi.
Dalam risalah
“Mengenal Hizbut Tahrir” jelas dinyatakan bahwa hizbut tahrir adalah partai
politik yang berideologi Islam. Politik merupakan jalan dimana hizbut tahrir
memperjuangkan misinya dan ideology hizbut tahrir adalah Islam. Perjuangan
hizbut tahrir ditujukan untuk menjadikan Islam sebagai persoalan utamanya,
serta membimbing untuk mewujudkan kembali sistem khilafah dan menegakkan
hukum yang diturunkan Allah di dalam realisasi kehidupan.[8]
5. Negara Islam Indonesia (NII)
NII merupakan gerakan Islam bawah tanah
yang bertujuan memperjuangkan terbentuknya negara Islam. Perkumpulan NII
berakar dari perjuangan Soekarmadji Marijan Kartosuwirjo sejak pertengahan
tahun 1948. NII secara resmi diploklamirkan berdirinya pada tanggal 7 Agustus
1949.
Kartosuwirjo yang menjadi imam pertama NII
membagi wilayah perjuangan NII menjadi tujuh komando wilayah (KW): KW 1:
Priangan Timur (berpusat di Tasikmalaya meliputi Jakarta, Purwakarta, dan
Cirebon); KW 2: Jawa Tengah; KW 3: Jawa Timur; KW 4: Sulawesi Selatan dan
sekitarnya; KW 5: Sumatra; KW 6: Kalimantan; dan KW 7: Serang-Banten, Bogor,
Garut, Sumedang, Bandung. Kemudian pada pertengahan 1970-an ada penambahan dua
komando lagi, yaitu KW 8: Lampung, dan KW 9: Jakarta dan sekitarnya.[9] Setelah
kematian Kartosuwirjo, kepemimpinan NII berpindah ke beberapa tangan, misalnya
Adah Djaelani dan Ajeng Masduki.
Penyempalan kerap berlangsung dalam NII
telah menyebabkan lahirnya beberapa fraksi. Beberapa aktivis senior NII yang
menyempal telah bergabung dengan Majelis Mujahidin Indonesia (MII), antara lain
Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Qadir Baraja, Mursalin Dahlan.[10]
Beberapa contoh
gerakan radikal di Indonesia :
1. Keterlibatan kelompok laskar jihad dalam
konflik agama di Ambon, Maluku.
2. Razia dan perusakan tempat-tempat maksiat
(bar, klub malam, hotel) oleh FPI.
3. Keterlibatan beberapa anggota JAT dalam bom
bunuh diri di Masjid Adz Zikro, komplek Mapolresta Cirebon.
C.
Faktor-faktor munculnya radikalisme di
Indonesia
Gerakan
radikalisme bukanlah sebuah gerakan yang muncul begitu saja, akan tetapi
memiliki latar belakang yang sekaligus menjadi factor pendorong munculnya
gerakan radikalisme. Diantara factor-faktor tersebut adalah:
1.
Faktor emosi keagamaan
Salah satu penyebab gerakan radikalisme adalah sentiment keagamaan,
seperti solidaritas keagamaan untuk kawan yang tertindas untuk kekuatan
tertentu. Tetapi hal ini lebih tepat dikatakan sebagai faktor emosi kegamaannya
dan bukan agama (wahyu yang sebenarnya) walaupun gerakan radikalisme selalu
mengibarkan bendera dan symbol agaman seperti dalih membela agama, jihad, dan
mati sahid.
Dalam konteks ini yang dimaksut dengan emosi keagamaan adalah agama
sebagai pemahaman realitas yang sifatnya interpretatif. Jadi sifatnya nisbi dan
subyektif.
2.
Faktor kultural
Secara kultural,
dalam masyarakat selalu ditemukan usaha untuk melepaskan diri dari jeratan
jaring-jaring kebudayaan tertentu yang dianggap tidak sesuai. Sedangkan yang
dimaksut faktor kultural disini adalah sebagai anti terhadap budaya
sekularisme. Budaya barat merupakan sumber sekularisme yang dianggap sebagai
musuh yang harus dihilangkan dari bumi.
3.
Faktor ideologis anti westernisme
Westernisasi
merupakan suatu pemikiran yang membahayakan muslim dalam mengaplikasikan
syariah Islam. Sehingga symbol-simbol barat harus dihanjurkan demi penegakan
syariah Islam. Walaupun motivasi dan gerakan anti barat tidak bias disalahkan
dengan alasan keyakinan keagamaan, tetapi jalan kekerasan yang ditempuh kaum
radikalisme justru menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam memposisikan diri
sebagai pesaing dalam budaya dan peradaban.
4.
Faktor kebijakan pemerintah
Dalam hal ini
pemerintah di negara-negara muslim belum atau kurang dapat mencari akar yang
menjadi penyebab munculnya tindak kekerasan atau radikalisme. Sehingga tidak
dapat mengatasi problematika sosial yang dihadapi umat. Disamping itu, factor
media massa atau pers Barat yang selalu memojokkan umat Islam juga menjadi
faktor munculnya reaksi dengan kekerasan yang dilakukan umat Islam.
[1] Pusat Bahasa, Kamus
Bahasa Indonesia, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2008).
[2]Adian Husaini, Nuim Hidayat, Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi,
Penyimpangan, dan Jawabanyya, (Depok: GEMA INSANI, 2006),cet.ke-4, hal. 172
[3] LibForAll Foundation, Ilusi Negara Islam:
Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di
Indonesia, (Jakarta : The Wahid Institute, 2009), hlm 45-47.
[5] Zaki Mubarak, Genealogi
Islam radikal di Indonesia, (Jakarta: LP3ES, 2008), hal. 116
[8] Zaki Mubarak, Genealogi
Islam radikal di Indonesia, (Jakarta: LP3ES, 2008), hal. 130
Langganan:
Postingan (Atom)


